Minggu, 15 April 2018

REKAN LUKMAN AJI DAN REKANITA ROISYAH TERPILIH MENJADI KETUA IPNU-IPPNU 2018-2020

Konverensi Ranting ipnu-ippnu Desa Bulakelor

Rabu, 04 April 2018,

Antusias para pengurus dan anggota dalam mengikuti konverensi ipnu-ippnu ranting bulakelor, bukti keantusiasan itu dengan adanya 3 calon kandidat ketua ipnu, serta diikuti oleh sekitaran 30 anggota calon pemilih.

Calon yang pertama yaitu  rekan Lukman Aji, yang kedua Elsa Firgi dan yang terakhir yaitu Amri. Sedangkan untuk calon ketua ippnu hanya satu calon tunggal yaitu rekanita isyah.

Sebelum melakukan pemilihan secara langsung calon kandidat masing -masing memaparkan visi dan misinya , setelah itu pemilihan umumpun dilakukan secara demokratis.

Menurut rekan Akbar selaku ketua PAC KETANGGUNGAN " adanya konverensi ranting ini  sebagai wujud implementasi pembelajaran demokrasi untuk kalangan pelajar Nu, sekaligus membangkitkan regenerasi yang baru agar lebih dinamis"

Hasil perhitungan perolehan suara terakhir rekan Lukman Aji memperoleh 20 suara , rekan Elsa firgi 7 suara dan rekan Amri 4 suara.

Dengan hasil ini akhirnya rekan Lukman aji terpilih secara resmi menjadi ketua ranting IPNU Bulakelor masa khidmat 2018-2020 dengan perolehan suara terbanyak yaitu 20 suara dari 31 suara. Sedangkan rekanita Roisyah dipilih secara aklamasai menjadi ketua ranting ippnu desa bulakelor masa khidmat 2018-2020.

"Semoga dibawah kepemimpinan rekanita Roisyah dan Rekan Lukman Ipnu-ippnu ranting desa bulakelor tambah maju dan solid, serta bisa membawa ipnu-ippnu bisa menjadi organisasi idaman bagi pelajar didesa bulakelor" tutur Nina inayah.

Senin, 05 Maret 2018

Rekanita Nur Cahyati Ranting Bulakelor Meraih medali perunggu saat porseni Harlah IPNU 64 - IPPNU 63.

Ketanggungan- 3 Maret 2018.
Rekanita Nur Cahyati asal ranting desa bulakelor menyumbangkan medali perunggu untuk kecamatan ketanggungan pada cabang lomba lari 100 meter kategori putri saat porseni (pekan olahraga dan seni) yg di adakan PC.IPNU-IPPNU KAB.BREBES dalam rangka harlah IPNU ke 64 dan IPPNU 63.
Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kecamatan ketanggungan umumnya dan kususnya bagi desa bulakelor.

Menurut Rekan Ardi Triantoro selaku ketua IPNU Desa bulakelor "Ini merupakan sejarah yang luar biasa bagi ranting Bulakelor karna memiliki kader yang mempunyai potensi baik di bidang olahraga, tentunya ini akan menjadi cerita indah untuk mendobrak semangat rekan dan rekanita yang lainnya dan generasi penerus yg akan meneruskan perjuangannya". Mudah-mudahan ini semua menjadi titik awal kebangkitan Ranting IPNU-IPPNU Bulakelor yang lebih baik" Ujarnya.

Ini juga pencapaian yang sangat baik dari PAC kecamatan ketanggungan yang menjadi  juara umum lomba porseni yang di ikuti Dari 17 PAC IPNU-IPPNU se Kab.Brebes.
Dari 9 cabang perlombaan mampu merebut Juara 1 LVPBB, Juara 1 Volly, Juara 1 Lari IPNU, Juara 2 Kaligrafi, Juara 2 MTQ, Juara 3 Lari IPPNU.

Minggu, 04 Maret 2018

Kisah Kesaksian Hadirnya Rasulullah Saat Mahallul Qiyam

Selasa malam Rabu, 23 Januari 2018, pukul 21.30 lebih.

Malam ini aku baru saja masuk rumah setelah sebelumnya sejak ba’da shalat Isya tadi aku bersilaturahim ke rumah seorang teman: Ustadz Iman Baihaki. Kami berbincang banyak hal terutama soal rencana pendirian pesantren di Kota Tegal.

Di tengah perbincangan malam ini Ustadz Baihaki menyampaikan kepadaku bahwa ia memiliki jam’iyah binaan yang kegiatannya membaca maulid nabi. Menurutnya, ada salah satu anggota jam’iyah, seorang anak kecil yang masih duduk di kelas 4 SD, yang bila saatnya mahallul qiyam anak itu pasti jatuh semaput, tak sadarkan diri. Ini selalu terjadi setiap kali si anak mengikuti pembacaan maulid dan sampai pada sesi mahallul qiyam.

“Bahkan,” sambung sang ustadz, “pernah satu ketika ibunya mendapat giliran jam’iyahan ibu-ibu di kampungnya. Para ibu anggota jam’iyahan itu sudah hadir dan memulai membaca maulid. Sementara si anak asyik bermain di halaman rumah. Anehnya ketika masuk sesi mahallul qiyam di mana para ibu itu berdiri, si anak yang sedari tadi asyik bermain tiba-tiba menghentikan permainannya dan berlari menuju pintu dan serta merta berdiri tegak di depan pintu. Tak berapa lama kemudian ia terjatuh, pingsan.”

“Setiap kali itu terjadi ia baru sadar dari pingsannya setelah sesi mahallul qiyam selesai,” imbuh Ustadz Baihaki.
Setelah hal ini beberapa kali terjadi sang bapak mencoba bertanya perihal apa yang dialaminya. Pada mulanya si anak diam. Namun setelah berulang ditanya akhirnya si anak bercerita, “Setiap kali mulai mahalaul qiyam saya selalu melihat tempat dibacanya maulid penuh sesak dengan ribuan orang. Wajah mereka bercahaya. Namun di tengah-tengah mereka ada satu orang yang bisa saya lihat tubuhnya namun tak bisa saya lihat wajahnya, karena cahaya yang terpancar sangat luar biasa terang sekali.”
Siapa orang-orang itu?
Si anak bercerita, “Ada Abu Bakar Sidiq, ada Umar, Fatimah, Khadijah dan sebagainya.”

“Bagaimana kau mengenali mereka?” tanya Ustadz Baihaki.
“Karena mereka mengenalkan diri pada saya.”
Ustadz Baihaki melanjutkan ceritanya, “Bahkan ketika di masjid Agung sedang dibaca maulid dan sampai pada mahallul qiyam pun anak itu yang berada di rumah sempat pingsan. Ia mengaku melihat masjid agung penuh sesak dengan hadirnya ribuan orang saat mahallul qiyam.”

“Saya pernah menyampaikan hal ini kepada beberapa ulama dan habaib, termasuk kepada Kiai Subhan Makmun (pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes dan Rais Syuriyah PBNU). Mereka mengatakan bahwa ini benar, cahaya yang terang benderang itu yakin adalah Baginda Rasulullah, dan meminta saya untuk menjaga anak tersebut.”

Mendengar cerita temanku yang alumni hadramaut ini bulu kudukku tiba-tiba berdiri, merinding. Aku merasa bersyukur bahwa silaturahmiku malam ini benar-benar memberi keberkahan. Aku makin yakin pada apa yang disampaikan para guru, bahwa ketika mahallul qiyam Baginda Kanjeng Nabi Muhammad hadir di tengah-tengah kita.
Maka malam ini ketika aku baru saja masuk ke dalam rumah, kuraih alat tulisku, kutulis kisah penuh berkah itu.

Bagi Anda yang mempercayai kehadiran Kanjeng Nabi di saat mahallul qiyam semoga kisah ini menambah keyakinan Anda itu. Dan bagi Anda yang hanya mempercayai bahwa kebenaran hanya ada pada materi teori dan logika, maka tak harus percaya. Tetaplah pada keyakinan bahwa mata dan akal logika adalah segalanya.

Sumber nu.or.id